Para peserta didik dari sekolah menengah kejuruan (SMK) akan memiliki
jenjang pendidikan yang terarah melalui program vokasi di universitas,
yang juga menyediakan program S-1 terapan, lalu S-2 terapan, hingga S-3
terapan.
Universitas Indonesia sendiri, tahun 2013, akan membuka
program S-1 terapan untuk bidang fisioterapi, okupasi terapi, perbankan,
dan perpajakan.
Dalam jangka waktu 10 tahun ke depan, Universitas Indonesia menargetkan akan memiliki program S-3 terapan.
Dengan
adanya program vokasi terintegrasi dan berjenjang ini, diharapkan
setiap anak Indonesia, dapat memfokuskan diri akan potensi dan keunikan
yang dimiliki oleh setiap anak.
Seperti halnya di Eropa, tidak
semua anak memasuki universitas, mengingat tugas utama para lulusan
universitas ialah, mengembangkan ilmu pengetahuan melalui laboratarorium
yang ada di kampus maupun di masyarakat.
Sedangkan program vokasi akan bertugas untuk mencetak para spesialis. Bertempat
di Gedung Vokasi, Kampus UI, Depok, diresmikan pemindahan Laboratorium
Perbankan, CIMB Niaga di Vokasi UI. Laboratorium berupa bank mini ini
dimaksudkan sebagai medium praktik nyata bagi para mahasiswa vokasi
lintas disiplin.
Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UI, Gumilar R
Somantri, dan Compliance, Corporate Affairs Director, L Wulan Tumbelaka
dan dihadiri oleh 350 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan
karyawan vokasi UI.
Gumilar, Jumat (17/2/2012), menjelaskan,
Universitas Indonesia semenjak tahun 2008 telah mengintegrasikan
berbagai program diploma yang awalnya tersebar di fakultas.
Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan marwah universitas sebagai pabrik pengetahuan (factory of knowledge)
yang bertugas menghasilkan riset-riset unggulan melalui tangan para
ilmuwanya. Sedangkan program vokasi (kejuruan), harus mampu menjalankan
fungsi menjadi pabrik keterampilan, yang akan menghasilkan tenaga kerja
siap pakai, professional, dan mampu bersaing secara global.