Mendidik anak sekarang berbeda dengan zaman dulu karena tantangan semakin kompleks. Karenanya, peran orangtua menjadi penting.
Tantangan yang dihadapi kini datang dari globalisasi, polusi, pertumbuhan populasi, dan teknologi yang semakin canggih.
Mau tidak mau, orangtua harus mengikuti perubahan zaman tersebut agar dapat membentuk anak yang siap menghadapi masa depan atau life-ready.
"Nah, orangtua harus siap dulu atau menjadi parent-ready agar dapat mencetak anak life-ready," ujar Dra Ratih Andjayani Ibrahim MM.
Psikolog yang turut membuat Modul Raising a Life-Ready Generation untuk Dancow Parenting Center itu melanjutkan bahwa parent-ready ditunjukkan dari emotional-ready, education-ready, dan lifestyle-ready.
"Emotional-ready ialah orangtua harus mampu mengekspresikan diri dengan tepat kepada anaknya agar dapat dicontoh," tutur Ratih.
Ia mencontohkan saat mendidik anaknya ketika amarah muncul. Kala itu Ia segera menyerahkan anaknya kepada suami dan menyendiri di kamar.
"Saya harus mengambil time-out dari anak untuk menenangkan diri. Setelah tenang baru saya mengatakan kepada anak bahwa saya marah karena begini. Jadi anak tahu cara menyampaikan marah dengan terkontrol," ungkapnya.
Education-ready menyangkut kemampuan orangtua untuk mengenal betul potensi anak dan pendidikan yang tepat untuk menggali potensi tersebut serta sarananya.
Lifestyle-ready terkait kemampuan orangtua dapat memanfaatkan teknologi dalam menjalankan tugas mendidik anak lebih menyenangkan.
"Saya tidak antiteknologi canggih apapun karena kita hidup di zaman itu. Orangtua harus membantu agar ketergantungan anak terhadap teknologi tidak berlebihan," ujar Ratih.
Jika orangtua telah siap dalam ketiga hal itu diharapkan akan dapat mendidik anak life-ready yang memiliki kompetensi individual dan sosial.
Kompetensi individu meliputi sehat, kreatif, tidak cengeng, dan mengerti instruksi. Kompetensi sosial di antaranya percaya diri, berani bertanya, mudah bergaul, dan mau berbagi.
Ahli nutrisi DR dr Saptawati Bardosono MSc menambahkan pentingnya orangtua untuk dapat memiliki nutrition-ready.
"Nutrisi yang tepat dan seimbang dalam jenis, jumlah, dan jadwal menjadi fondasi membentuk anak life-ready," kata Saptawati. (*/OL-5)
Tantangan yang dihadapi kini datang dari globalisasi, polusi, pertumbuhan populasi, dan teknologi yang semakin canggih.
Mau tidak mau, orangtua harus mengikuti perubahan zaman tersebut agar dapat membentuk anak yang siap menghadapi masa depan atau life-ready.
"Nah, orangtua harus siap dulu atau menjadi parent-ready agar dapat mencetak anak life-ready," ujar Dra Ratih Andjayani Ibrahim MM.
Psikolog yang turut membuat Modul Raising a Life-Ready Generation untuk Dancow Parenting Center itu melanjutkan bahwa parent-ready ditunjukkan dari emotional-ready, education-ready, dan lifestyle-ready.
"Emotional-ready ialah orangtua harus mampu mengekspresikan diri dengan tepat kepada anaknya agar dapat dicontoh," tutur Ratih.
Ia mencontohkan saat mendidik anaknya ketika amarah muncul. Kala itu Ia segera menyerahkan anaknya kepada suami dan menyendiri di kamar.
"Saya harus mengambil time-out dari anak untuk menenangkan diri. Setelah tenang baru saya mengatakan kepada anak bahwa saya marah karena begini. Jadi anak tahu cara menyampaikan marah dengan terkontrol," ungkapnya.
Education-ready menyangkut kemampuan orangtua untuk mengenal betul potensi anak dan pendidikan yang tepat untuk menggali potensi tersebut serta sarananya.
Lifestyle-ready terkait kemampuan orangtua dapat memanfaatkan teknologi dalam menjalankan tugas mendidik anak lebih menyenangkan.
"Saya tidak antiteknologi canggih apapun karena kita hidup di zaman itu. Orangtua harus membantu agar ketergantungan anak terhadap teknologi tidak berlebihan," ujar Ratih.
Jika orangtua telah siap dalam ketiga hal itu diharapkan akan dapat mendidik anak life-ready yang memiliki kompetensi individual dan sosial.
Kompetensi individu meliputi sehat, kreatif, tidak cengeng, dan mengerti instruksi. Kompetensi sosial di antaranya percaya diri, berani bertanya, mudah bergaul, dan mau berbagi.
Ahli nutrisi DR dr Saptawati Bardosono MSc menambahkan pentingnya orangtua untuk dapat memiliki nutrition-ready.
"Nutrisi yang tepat dan seimbang dalam jenis, jumlah, dan jadwal menjadi fondasi membentuk anak life-ready," kata Saptawati. (*/OL-5)